Senin, 19 Januari 2015

KETIKA MEDIA MASSA JADI PABRIK USTAD



KETIKA MEDIA MASSA JADI PABRIK USTAD

Media massa buka pintu bagi mereka yang menarik lagi pandai berkomunikasi. Bagi media massa, tujuannya tidak lain agar dapat mendulang pemirsa sebanyak-banyaknya. Walhasil, media massa pun melahirkan banyak sekali ustad, karena syarat teknisnya jelas: menarik dan pandai berkomunikasi.

Naasnya, itu kerap tak setepukan dengan kriteria kedalaman ilmu yang seharusnya jadi syarat terdasar. Siapakah orang yang pantas bergelar ustad dan bicara ke khalayak luas pun jadi rabun. Dari sini, beragam persoalan umat pun muncul.

Apa saja persoalan itu? Apa sebenarnya yang terjadi? Dan solusi apa yang Dr Haidar Bagir tawarkan sebagai resep penyembuhnya?

Simak selengkapnya, wawancara Dr Haidar Bagir dengan Ismail Fahmi dan Bajo Winarno.


Minggu, 18 Januari 2015

DARI POLITISI MUSLIM KUPER MENUJU MODERAT


Di era keterbukaan ini yang terjadi bukan lagi keterbukaan namun pemaksaan kehendak dan pemikiran. Sebelum reformasi, yang membatasi pemerintah. Setelah reformasi, yang membatasi justru civil society.

Lantangnya politisi muslim yang kuper adalah salah satu sebabnya. Di lain pihak, politisi muslim moderat tidak banya yang aktif dalam pergumulan persoalan yang ada.

Apa maksudnya? Lalu apa solusi yang ditawarkan Haidar?

Simak selengkapnya wawancara Dr Haidar Bagir bersama Bajo Winarno.




BERBURU HIKMAH ISLAM DARI AGAMA DAN BUDAYA LAIN

Dr Haidar Bagir mengakui bahwa Mizan berawal dari gerakan ideologis untuk menegakkan Islam yang dirintisnya sejak aktif di Masjid Salman ITB.

Dalam perjalanannya, Haidar menyadari bahwa hikmah Islam dapat ditemukan pada agama dan kebudayaan apapun. Itu merupakan bagian dari pemahamannya terhadap salah satu hadits Rasulullah SAW. Apakah hadits itu dan bagaimanakah Haidar memaknai keIslamannya saat ini?

Pada episode ini, Haidar juga bercerita tentang bagaimana ia membangun perusahaan bisnis dengan muatan misi intelektual.

Simak selengkapnya wawancara Dr Haidar Bagir dengan Ismail Fahmi dan Bajo Winarno.


DARI ISLAM EKSLUSIF KE ISLAM HOW-TO

Hadir sejak awal tahun 1980-an, melalui Mizan, Haidar Bagir terakrabkan dengan berbagai pemikiran Islam yang masuk dan berkembang di Indonesia. Ada masanya ketika Islam  dilihat sebagai sebuah ruang ekslusif yang seolah hanya bisa dinikmati penganutnya saja. Ada masanya ketika pemikiran Islam bermigrasi dari yang bersifat ideologi ke arah spiritualitas. Ada masanya ketika Islam mendekat ke penganutnya melalui buku-buku praktis panduan hidup.

Sebagai seseorang yang rutin bersentuhan dengan pemikiran-pemikiran keagamaan di Indonesia, Dr Haidar Bagir menjelaskan dengan runtun bagaimana perubahan demi perubahan pada ragam pemikiran Islam itu terjadi di Indonesia.

Simak selengkapnya wawancara Dr Haidar Bagir dengan Ismail Fahmi dan Bajo Winarno.


CINTA BUKU KARENA ORANG TUA?

Tidak sedikit orang tua yang ingin anaknya gemar membaca buku-buku berkualitas. Itulah yang terjadi dengan Dr. Haidar Bagir, seorang pengusaha, penulis, dan pemikir Indonesia jebolan ITB, Harvard University, dan Indiana University. Peran orang tua sangat sentral dalam pembentukan karakternya yang sangat suka membaca buku sejak kecil.

Tumbuh dari ayah yang seorang pedagang dan juga ustad dengan basis tradisi Nahdlatul Ulama, Haidar  kecil akrab dengan berbagai jenis buku mulai dari buku-buku keagamaan, novel barat, dan cerita silat cina. Menurutnya, ayahnya adalah seorang ustad dengan pemikiran moderen. Ayahnya pun tidak sungkan untuk membelikannya buku-buku berharga relatif mahal.

Apa saja buku-buku itu, dan bagaimana dia menjalani hobinya membaca buku sejak kecil?

Simak selengkapnya wawancara Dr. Haidar Bagir dengan Ismail Fahmi dan Bajo Winarno di Kantor Mizan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


BENARKAH MIZAN AGEN SYIAH?

Sebagian kalangan menilai Penerbit Mizan sebagai agen penyalur pemikiran Syiah ke Indonesia. Apa kata Presiden Direktur Grup Mizan, Dr Haidar Bagir?

Saksikan jawabannya di Bincang Jalan dengan Dr Haidar Bagir episode ke-2 bersama Ismail Fahmi dan Bajo Winarno.


DR HAIDAR BAGIR (eps.1): MIZAN DAN PERGOLAKAN KHAZANAH KEISLAMAN INDONESIA

Haidar Bagir adalah salah satu tokoh pemikir berpengaruh di Indonesia. Bersama beberapa rekannya di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), pada awal dekade 1980-an, Haidar mendirikan sebuah usaha penerbitan yang kemudian dinamakan "Mizan".

Penerbitan buku tersebut mendobrak pakem penerbitan buku keagamaan (khususnya Islam) saat itu mulai dari materi yang dibawakan hingga cara pengemasannya. Dalam perjalanannya, materi-materi buku yang diterbitkan memberikan dampak besar dalam perjalanan pembentukan khazanah keIslaman dan kebangsaan di Indonesia. Bagaimana semua itu berawal?

Ismail Fahmi dan Bajo Winarno mewawancarai Dr Haidar Bagir untuk mengungkap sepak terjangnya sebagai pengusaha, penulis, pemikir, dan penggerak peradaban Islam di Indonesia.

Video ini adalah bagian pertama.