Australia bukanlah benua baru bagi umat Islam. Jauh sebelum kedatangan Inggris, bangsa Aborigin lebih dulu bersentuhan dengan muslim dari Makassar. Di masa awal kolonisasi Inggris, muslim asal Afghanistan dan India utara (saat ini Pakistan) terlibat dalam berbagai ekspedisi benua Australia untuk membangun infrastruktur dasar di abad ke-19 dan awal abad ke-20. Bagaimana sebenarnya jejak Islam di Australia? Selengkapnya, Bincang Jalan bersama General Manager Islamic Museum of Australia, Ashraf Naim.
Jumat, 06 Juni 2014
Islam in Australia - Bincang Jalan - Edisi 5
Australia bukanlah benua baru bagi umat Islam. Jauh sebelum kedatangan Inggris, bangsa Aborigin lebih dulu bersentuhan dengan muslim dari Makassar. Di masa awal kolonisasi Inggris, muslim asal Afghanistan dan India utara (saat ini Pakistan) terlibat dalam berbagai ekspedisi benua Australia untuk membangun infrastruktur dasar di abad ke-19 dan awal abad ke-20. Bagaimana sebenarnya jejak Islam di Australia? Selengkapnya, Bincang Jalan bersama General Manager Islamic Museum of Australia, Ashraf Naim.
Rabu, 30 April 2014
Profesor Greg Barton, Indonesianis terkemuka di Australia - Bincang Jalan - Edisi 4
Profesor Greg Barton mulai dikenal luas di Indonesia di masa awal era reformasi. Saat itu, ia meneliti tentang Islam tradisional dan politik di Indonesia. Di tengah masa penelitian tersebut, Greg berkenalan dengan Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid.
Secara pribadi, ia pun dekat dengan Abdurrahman Wahid. Menurutnya, kedua tokoh muslim Indonesia tersebut mampu menampilkan Islam yang universal yang pemikirannya mudah diterima oleh kalangan dengan latar belakang berbeda.
Lebih dari 30 tahun sudah Greg meneliti Islam modernitas dan politik di Indonesia. Selama itu juga, ia mengaku semakin mencintai Indonesia dan yakin bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah.
Mengapa ia tertarik dan konsisten mendalami kajian tentang Islam di Indonesia dalam kaitannya dengan politik serta modernitas? Apa pandangannya tentang masa depan partai politik bernuansa Islam di Indonesia? Bagaimana upayanya membangun kesepahaman antara Indonesia dan Australia melalui Australia-Indonesia Center? Lalu, Bagaimana pengalaman pribadinya bersama Gus Dur?
Selengkapnya, hanya di Bincang Jalan Edisi 4 bersama Profesor Greg Barton di Monash University, Caulfield, Australia. Dalam wawancara ini, Greg menjawab semua pertanyaan dalam bahasa Indonesia.
Nuim Mahmud Khaiyath, penyiar radio legendaris Indonesia - Bincang Jalan edisi 3
Di usianya yang memasuki 76 tahun, Nuim Khaiyath adalah legenda hidup warga Indonesia di Australia. Ia dikenal dengan beragam profesi: peyiar radio, penulis,wartawan, traveler, dan penceramah agama. Ia beberapa kali ditekan sejumlah pejabat Orde Baru akibat siarannya yang dinilai berbahaya bagi kestabilan politik di Indonesia.
Nuim bicara panjang lebar tentang perjalanan karirnya sebagai penyiar radio di BBC London dan Radio Australia Siaran Indonesia (RASI) sejak tahun 1964. Sekalipun sudah tinggal di Australia lebih dari 42 tahun. Kemahirannya bersilat siar dengan disisipi wawasan yang luas membuat Nuim dijuluki "Kamus Berjalan".
Nuim tetap mempertahankan statusnya sebagai warga negara Indonesia. Padahal, dengan mengantungi status warga negara Australia, Nuim akan memperoleh sejumlah kemudahan dan keuntungan. Mengapa Nuim tetap memilih mempertahankan statusnya sebagai WNI?
Nuim mengungkap pengalaman dan pengetahuannya yang luas tentang perjalanan sejarah keberadaan warga Indonesia di Australia. Ia juga berbagi saran pelajaran apa yang bisa ditiru Indonesia dari Australia. Bincang Jalan mewawancari Nuim Khaiyath di Shrine of Remembrance dan Kings Domain, Melbourne, Australia.
Nuim bicara panjang lebar tentang perjalanan karirnya sebagai penyiar radio di BBC London dan Radio Australia Siaran Indonesia (RASI) sejak tahun 1964. Sekalipun sudah tinggal di Australia lebih dari 42 tahun. Kemahirannya bersilat siar dengan disisipi wawasan yang luas membuat Nuim dijuluki "Kamus Berjalan".
Nuim tetap mempertahankan statusnya sebagai warga negara Indonesia. Padahal, dengan mengantungi status warga negara Australia, Nuim akan memperoleh sejumlah kemudahan dan keuntungan. Mengapa Nuim tetap memilih mempertahankan statusnya sebagai WNI?
Nuim mengungkap pengalaman dan pengetahuannya yang luas tentang perjalanan sejarah keberadaan warga Indonesia di Australia. Ia juga berbagi saran pelajaran apa yang bisa ditiru Indonesia dari Australia. Bincang Jalan mewawancari Nuim Khaiyath di Shrine of Remembrance dan Kings Domain, Melbourne, Australia.
Ustad Salim A. Fillah, Da'i Sejuta Mahasiswa - Bincang Jalan Edisi 2
Di usia SMP, ia 'mesantren' selama tiga tahun untuk kemudian lanjut ke SMU 1 Jogjakarta. Untuk kuliah, ia men-dobel: satu di Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada; lainnya di jurusan Psikologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Semua itu membekali Ustad Salim A. Fillah untuk mampu menjelaskan kajian agama melalui pendekatan ilmu pasti dan ilmu psikologi.
Al-Quran, Masjid, dan Kisah Nabi serta orang shalih adalah tiga hal yang menjadi fokusnya dalam berdakwah. Mengapa ketiga hal itu yang menjadi titik perhatiannya?
Secara khusus, Ustad Salim menyentil tradisi Masjid yang biasa melaporkan saldo besar hasil infaq dan sedekah jemaah setiap kali sholat Jumat. Apa pasal? Untuk memberi solusi, di Masjid Jogokariyan, Jogjakarta, Ustad Salim sedang membiasakan tradisi saldo Rp "0". Apakah itu?
Saksikan jawaban lengkap Ustad Salim pada Bincang Jalan edisi ke-2 di sela-sela kesibukannya menjadi pemateri pada Wisata Ruhani 2014, Indonesian Muslim Community of Victoria di Camp Jungai, Thornton, Australia.
Al-Quran, Masjid, dan Kisah Nabi serta orang shalih adalah tiga hal yang menjadi fokusnya dalam berdakwah. Mengapa ketiga hal itu yang menjadi titik perhatiannya?
Secara khusus, Ustad Salim menyentil tradisi Masjid yang biasa melaporkan saldo besar hasil infaq dan sedekah jemaah setiap kali sholat Jumat. Apa pasal? Untuk memberi solusi, di Masjid Jogokariyan, Jogjakarta, Ustad Salim sedang membiasakan tradisi saldo Rp "0". Apakah itu?
Saksikan jawaban lengkap Ustad Salim pada Bincang Jalan edisi ke-2 di sela-sela kesibukannya menjadi pemateri pada Wisata Ruhani 2014, Indonesian Muslim Community of Victoria di Camp Jungai, Thornton, Australia.
Bima Arya Walikota Bogor 2014-2019 - Bincang Jalan - Edisi 1
Sekarang saatnya generasi baru politisi muda berkiprah. Bima Arya adalah salah satunya. DImulai tahun ini Bima Arya bakal menjalankan tugasnya sebagai Walikota Bogor hingga lima tahun ke depan. Sejumlah rencana telah disiapkannya. Pembenahan layanan publik dan pemantapan tata kota menjadi prioritas. Apa penjelasannya mengenai dua hal itu?
Bima Arya juga bercerita mengenai perjalanan hidupnya meniti karir hingga menjadi walikota. Berawal dari dosen, peneliti, konsultan politik, dan ia akhirnya terjun ke politik praktis. Di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap politisi, Bima tak ragu ikut terjun di dalamnya. Menurutnya, malaikat dan penjahat akan selalu ada di manapun, tidak terkecuali di dunia politik. Pilihannya, ujar Bima, "mau jadi malaikat atau penjahat?"
Bima juga bercerita bagaimana cara dia memperkenalkan dan membiasakan keluarga dengan kesibukannya sebagai politisi. Ingin tahu lebih jauh jawaban sang walikota muda? Ismail Fahmi mewawancari Bima Arya di tepi sungai Yarra, Melbourne, Australia.
Bima Arya juga bercerita mengenai perjalanan hidupnya meniti karir hingga menjadi walikota. Berawal dari dosen, peneliti, konsultan politik, dan ia akhirnya terjun ke politik praktis. Di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap politisi, Bima tak ragu ikut terjun di dalamnya. Menurutnya, malaikat dan penjahat akan selalu ada di manapun, tidak terkecuali di dunia politik. Pilihannya, ujar Bima, "mau jadi malaikat atau penjahat?"
Bima juga bercerita bagaimana cara dia memperkenalkan dan membiasakan keluarga dengan kesibukannya sebagai politisi. Ingin tahu lebih jauh jawaban sang walikota muda? Ismail Fahmi mewawancari Bima Arya di tepi sungai Yarra, Melbourne, Australia.
Langganan:
Postingan (Atom)

