Rabu, 30 April 2014

Nuim Mahmud Khaiyath, penyiar radio legendaris Indonesia - Bincang Jalan edisi 3

Di usianya yang memasuki 76 tahun, Nuim Khaiyath adalah legenda hidup warga Indonesia di Australia. Ia dikenal dengan beragam profesi: peyiar radio, penulis,wartawan, traveler, dan penceramah agama. Ia beberapa kali ditekan sejumlah pejabat Orde Baru akibat siarannya yang dinilai berbahaya bagi kestabilan politik di Indonesia.

Nuim bicara panjang lebar tentang perjalanan karirnya sebagai penyiar radio di BBC London dan Radio Australia Siaran Indonesia (RASI) sejak tahun 1964. Sekalipun sudah tinggal di Australia lebih dari 42 tahun. Kemahirannya bersilat siar dengan disisipi wawasan yang luas membuat Nuim dijuluki "Kamus Berjalan".

Nuim tetap mempertahankan statusnya sebagai warga negara Indonesia. Padahal, dengan mengantungi status warga negara Australia, Nuim akan memperoleh sejumlah kemudahan dan keuntungan. Mengapa Nuim tetap memilih mempertahankan statusnya sebagai WNI?

Nuim mengungkap pengalaman dan pengetahuannya yang luas tentang perjalanan sejarah keberadaan warga Indonesia di Australia. Ia juga berbagi saran pelajaran apa yang bisa ditiru Indonesia dari Australia. Bincang Jalan mewawancari Nuim Khaiyath di Shrine of Remembrance dan Kings Domain, Melbourne, Australia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar