Rabu, 30 April 2014

Ustad Salim A. Fillah, Da'i Sejuta Mahasiswa - Bincang Jalan Edisi 2

Di usia SMP, ia 'mesantren' selama tiga tahun untuk kemudian lanjut ke SMU 1 Jogjakarta. Untuk kuliah, ia men-dobel: satu di Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada; lainnya di jurusan Psikologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Semua itu membekali Ustad Salim A. Fillah untuk mampu menjelaskan kajian agama melalui pendekatan ilmu pasti dan ilmu psikologi.

Al-Quran, Masjid, dan Kisah Nabi serta orang shalih adalah tiga hal yang menjadi fokusnya dalam berdakwah. Mengapa ketiga hal itu yang menjadi titik perhatiannya?

Secara khusus, Ustad Salim menyentil tradisi Masjid yang biasa melaporkan saldo besar hasil infaq dan sedekah jemaah setiap kali sholat Jumat. Apa pasal? Untuk memberi solusi, di Masjid Jogokariyan, Jogjakarta, Ustad Salim sedang membiasakan tradisi saldo Rp "0". Apakah itu?

Saksikan jawaban lengkap Ustad Salim pada Bincang Jalan edisi ke-2 di sela-sela kesibukannya menjadi pemateri pada Wisata Ruhani 2014, Indonesian Muslim Community of Victoria di Camp Jungai, Thornton, Australia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar